August 24, 2008
· Filed under Uncategorized
Mengapa harus mendung jika cerah kan binarkan matamu?
Atau memang jalan ini terlalu panjang untuk dilewati,
hingga membuat mata tak sanggup melihat
hati tak berani merasa
telinga tak tega mendengar
Haruskah?
Begitu sulitnya kah?
Lalu berapa panjang harus kutempuh lagi?
August 12, 2008
· Filed under Uncategorized
Terkejut teredam terdalam
Terpukau terasa terjatuh
Jauh
Hilangkah sudah rasa
Atau jauhkah duka
Tersandung pada dunia fana
Inikah aku
Di sinikah diriku?
Mengapa lara terlihat indah
Lalu duka terpasung janji
Dan
Ah..
Jauhnya diri ini, ya Rabb..
Kapan akan kembali?
August 5, 2008
· Filed under Uncategorized
Melaju adalah niscaya
Setidaknya bagiku, sang peraih cahaya
Menjadi kuat, sudah seharusnya
Tapi hilang makna kadang jadi nyata
Terpenjara dalam gua atau terowong gulita
Menatap sang cahaya, mata pun dibuat buta
Ingin hinggap, yakin ‘kan merana
Duhai inginnya aku hilang saja
Lihatlah di ufuk sana!
Mentari nakal nekat lewat jendela
Menari dan merusak tatanan kota
Tercabik sudah semua rasa
Enggan jadinya aku kesana
Pencari cahaya hilang (lagi) maknanya
Tapi jalan tetap harus ditempuh jua
Kenikmatan yang sirna, biarlah saja
Asal ridha tujuan utama, tetap jadi cahaya
August 3, 2008
· Filed under Uncategorized
Esok akan ada awan kelabu yang singgah dalam kalbu
Esok pula ku yakin mentari kan hadir menemani diri
Kutakut memang sang hujan kan banjiri jiwa ini
Kuyakin tapi pelangi kan siap hadapi ini
Jika yakin maka yakinlah
Jika tidak maka pergilah
Yakinkah kau akan pergi lalu merana sendiri
?