Archive for August, 2008

Hanya Bertanya

Mengapa harus mendung jika cerah kan binarkan matamu?

Atau memang jalan ini terlalu panjang untuk dilewati,
hingga membuat mata tak sanggup melihat
hati tak berani merasa
telinga tak tega mendengar

Haruskah?

Begitu sulitnya kah?

Lalu berapa panjang harus kutempuh lagi?

Comments (2) »

Inikah

Terkejut teredam terdalam
Terpukau terasa terjatuh
Jauh

Hilangkah sudah rasa
Atau jauhkah duka
Tersandung pada dunia fana
Inikah aku
Di sinikah diriku?

Mengapa lara terlihat indah
Lalu duka terpasung janji
Dan
Ah..

Jauhnya diri ini, ya Rabb..
Kapan akan kembali?

No comment »

Cahaya dicarinya

Melaju adalah niscaya
Setidaknya bagiku, sang peraih cahaya
Menjadi kuat, sudah seharusnya
Tapi hilang makna kadang jadi nyata

Terpenjara dalam gua atau terowong gulita
Menatap sang cahaya, mata pun dibuat buta
Ingin hinggap, yakin ‘kan merana
Duhai inginnya aku hilang saja

Lihatlah di ufuk sana!
Mentari nakal nekat lewat jendela
Menari dan merusak tatanan kota
Tercabik sudah semua rasa
Enggan jadinya aku kesana

Pencari cahaya hilang (lagi) maknanya
Tapi jalan tetap harus ditempuh jua
Kenikmatan yang sirna, biarlah saja

Asal ridha tujuan utama, tetap jadi cahaya

No comment »

Esok untuk Hari Ini

Esok akan ada awan kelabu yang singgah dalam kalbu
Esok pula ku yakin mentari kan hadir menemani diri

Kutakut memang sang hujan kan banjiri jiwa ini
Kuyakin tapi pelangi kan siap hadapi ini

Jika yakin maka yakinlah
Jika tidak maka pergilah

Yakinkah kau akan pergi lalu merana sendiri
?

Comments (1) »