Bukan Nanti
Sebenarnya apa yang harus kulakukan pada dunia
Terlalu sempitkah jika terabaikan hingga tercabik semua asa
HIlang cerah cemerlangnya yang telah terlalu biasa
Tak menjadi suatu senyum atau bisik syukur lagi
Sudah terlalu lama kutinggalkan dunia
Terseok dalam syair bisu mimpi indah
Lalu terjerembab dalam lubang gelap
Karena sang impian itu gulita semata
Mungkinkah kembali
Tapi pada apa juga diri ini hilang makna
Ah!!
Geram yang tak mendapatkan tempatnya
Sepi yang debu pun tak sanggup artikan apa
Marah tapi entah pada apa
Keramaian bukan lagi canda
Penglihatan tak lagi jadi sesal yang benar atau hidup yang ..
Aah!!!
Biar saja jika malu itu seharusnya memang ada
Tapi harus bagaimana sang batu pun diam saja
Biar ruang-ruang kosong ini yang menyaksikan khayal terpendar
Atau bacaan-bacaan indah yang merana
Kapan lagi sang warna akan datang
Cahaya ini telah tulikan mata
Hingga tak bisa lagi mengucap sebuah kata bernama
Bahagia