Jika Puisi Berjudul Ibu

Meranggas dedaunan ketika tersebut namanya

Tersinar pelangi ketika teringat cintanya

Terdiam malam dalam hening tubuhnya

Akankah aku seindah dirinya

Kelembutan senantiasa merobek semua

Logika yang telah tertanam sempurna

Semua hancur di kakinya

Akankah aku seindah dirinya

Berbayang dalam panji kekuatan

Terhunus pedang kegigihan

Menantang hiasan indah di seberang lautan

Akankah aku seindah dirinya

Kini

Tercabik aku kala hangatnya terus hiasi tidur malamku

Karena dalam sujudnya,

tak pernah tinggalkanku

Kadang

Tercipta tanya panjang tak terbilang

Hidupnya sungguh bukan untai bunga gemerlapan,

Tapi juangnya terbentang tak berkesudahan

Wahai bulan, mengapa begitu dalam sayangnya?

Duhai mentari, mengapa begitu lebat tulusnya?

Haruskah bumi resapkan semua bahagianya

Kala langit meredam derita?

Atau sudikah awan menaungi sedikit saja

Agar terwarna langkahnya

Dan terpijar retas langkahnya?

Rabb..

Tak kuasa hamba

Terlalu lemah digapai

Bahkan oleh sejuta asa hati

Rabb..

Apa doa kecil sanggup ungkapkan mawar rindu ini

Karena seiring langkah payahnya,

tak bisa tergapai harapnya

Rabb..

Bolehkah hamba lanjutkan langkahnya?

Agar diri ini dapat seindah dirinya

Hamba mohon, ya Rabbi..

Say your words