Bukan Fatamorgana?

29 Januari 2007/10 Muharram 1428 H

Kesempatan itu datang dan

Akan segera pergi tampaknya

Jiwa ini harus segera bersiap

Apakah ini jalan yang seharusnya

Atau bisakah diri ini menempuh pendakian yang lebih terjal

Atau beranikah kau?

Karena diri ini untuk apalah

Untuk apalah aku ada

Atau tetap bernafas dan bergerak

Dan merencanakan, mengevaluasi

Lalu memperbaiki diri

Kemudian menangis malu

Hidup

MIsteri tiada

tara

Memenjarakan diri dalam segala kegelapannya

Lalu membuatnya terang dengan cahaya petunjuk-Nya

Wahai diri

Andai tak ada perintah untuk hidup, untuk apalah hidup

Andai tak ada perintah berjuang, untuk apa berkorban

Inilah kau

Maka, aku hanya ingin melanjutkan perjuangan ini sebentar lagi

Sudah kudengar keindahan di seberang

sana

untuk yang bisa lolos dari ranjau kehidupan ini

Sudah kuhirup semerbaknya dari jarak yang jauh ini

Apakah artinya aku sudah dekat?

Aku takut, hanya fatamorganalah ia semua

Lalu api menyala mana yang akan aku singgahi?

Tidak!!

Aku tak mau ada di

sana

!

Maka biarlah

Walaupun masih begitu jauh jalannya

Dan berliku pula

Dan licin serta terjal juga

Biar terus kudaki

Lalu kuarungi

Seluruh samudera ini

Tenang, tinggal sebentar lagi sampai, Ukhti..

Say your words