July 9, 2007
· Filed under Uncategorized
Dalam tabur sunyinya
Hentikan jiwa bekukan raga
Terpasung dalam diam
Sunyi
Kelam dalam gemintang
Sujud dalam pangkuan
Karena ia berani katakan
: ya
Kala dzikir tergumam
Dalam bisu semesta
Tak henti
atau mati
Tak seperti aku
Tertoreh sebilah perak gemerlap
Jatuh
Hilang
Terpedaya
Terjerembab
Tak mungkin bisa tegak
Tapi berdiri aku sanggup
Dalam dengung keagungan
Aku
Masih
Sanggup
Berdiri
(Ya Rabb, tolong hamba..)
July 4, 2007
· Filed under Uncategorized
Kapan lagi derita harus sirna
Jika kenistaan dan galau mendera
Keangkuhan bersatu menyatu dan padu
Mengokohkan lagi dinding si hati batu
Keramaian dan suka cita
Tak lagi jadi indah dan berwarna
Karena ia terus mencibir
Menyayat hati, mengiris getir
Hidup apa haus akan luka
Mengapa jua harus ada
Sedang rindu biru semakin semu
Cinta haru semakin kelabu
Wahai diri Sang penanti derita
Tunggulah, atau nantikanlah
Biar kau tau
: apa?
Apa yang kau tunggu
Adalah hampa
Tanpa cinta-Nya
July 4, 2007
· Filed under Uncategorized
Kering terbentang menamakan diri sang bintang
Dalam gelap, terus saja hadir memenuhi masa
Akankah dunia kelam berganti terang
Akankah bergulir sampai habis masanya
Kalau kau tanya
YA
Bisa saja
Bila kau mau berubah
Tapi niat itu terbelenggu oleh amal berkepanjangan
Mengapa harus takut, toh ia kan sirna
Hey, jika ia hilang
Maka kau tak ada
Murnikan!
Sucikan!
Atau akan jadi abu
Lalu hilang
tak
berarti