Archive for July, 2007

Ketika Bintang

Dalam tabur sunyinya

Hentikan jiwa bekukan raga

Terpasung dalam diam

Sunyi

Kelam dalam gemintang

Sujud dalam pangkuan

Karena ia berani katakan

: ya

Kala dzikir tergumam

Dalam bisu semesta

Tak henti

atau mati

Tak seperti aku

Tertoreh sebilah perak gemerlap

Jatuh

Hilang

Terpedaya

Terjerembab

Tak mungkin bisa tegak

Tapi berdiri aku sanggup

Dalam dengung keagungan

Aku

Masih

Sanggup

Berdiri

(Ya Rabb, tolong hamba..)

No comment »

Tanpa-Nya

Kapan lagi derita harus sirna
Jika kenistaan dan galau mendera
Keangkuhan bersatu menyatu dan padu
Mengokohkan lagi dinding si hati batu

Keramaian dan suka cita
Tak lagi jadi indah dan berwarna
Karena ia terus mencibir
Menyayat hati, mengiris getir

Hidup apa haus akan luka
Mengapa jua harus ada
Sedang rindu biru semakin semu
Cinta haru semakin kelabu

Wahai diri Sang penanti derita
Tunggulah, atau nantikanlah
Biar kau tau
: apa?
Apa yang kau tunggu
Adalah hampa
Tanpa cinta-Nya

Comments (2) »

niatku

Kering terbentang menamakan diri sang bintang

Dalam gelap, terus saja hadir memenuhi masa

Akankah dunia kelam berganti terang

Akankah bergulir sampai habis masanya

Kalau kau tanya

YA

Bisa saja

Bila kau mau berubah

Tapi niat itu terbelenggu oleh amal berkepanjangan

Mengapa harus takut, toh ia kan sirna

Hey, jika ia hilang

Maka kau tak ada

Murnikan!

Sucikan!

Atau akan jadi abu

Lalu hilang

tak

berarti

No comment »