Bismillaahirrahmaanirrahiim…
Apa yang harus kukatakan pada dunia?
Kala hidup memenjarakan diriku sendiri dalam fana
Hinggap, tanpa ampun menggerogoti
Semangat yang sudah setengah pudar
Kekeringan semakin nyata
Kutoleh ke belakang dan coba sesali
Coba ratapi
Penyesalan tak ada arti
Lalu apa makna dari ini semua?
Apakah kemunduran adalah niscaya
Atau inilah dari kelalaian binasa
Hingga celaka
Karena hari ini lebih buruk dari hari kemarin
Lalu apa yang harus kukatakan pada Sang Rabb?
Pemberi cahaya
Pencahaya hingga
Tak cukup lagi aku menampung cinta-Nya
Tapi lihatlah apa yang telah kuperbuat
Sebuah penhkhianatan hamba yang lancang
Pantaskah kembali untuk menjadi seorang da’i
Padahal ia adalah niscaya
Atau dirimu lebur jadi abu
Atau tenggelam dalam buih
Ooh.. Masih sempatkah menyesal
Atau diam tak bergerak
Atau justru mundur lalu lari ke belakang
Tak lagi peduli dengan sajadah waktu yang terus melaju
Dalam segunung maluku, ya Rabb
Dalam sehampar kekesalanku pada diriku
Dalam keinginanku untuk menoleh
Dan harapanku untuk tetap maju
Dalam ketidakberdayaan
Dalam sejuta hina diri
Yang tak mungkin lahirkan kesombongan
Pergi! Pergilah kau pergi!
Aku tak ingin jadi sang celaka yang melanjutkan kecelakaannya
Aku ingin kembali dalam simpuh panjang perbaikan diri