Pindahan Euy..

Berhubung satu dan lain hal, selanjutnya blog ini akan pindah ke facebook atas nama:

Retno Utami

Dari sekian banyak Retno, pilih satu Retno yang sesuai dengan blog ini..

Selamat mencari..^_^

No comment »

Hanya Bertanya

Mengapa harus mendung jika cerah kan binarkan matamu?

Atau memang jalan ini terlalu panjang untuk dilewati,
hingga membuat mata tak sanggup melihat
hati tak berani merasa
telinga tak tega mendengar

Haruskah?

Begitu sulitnya kah?

Lalu berapa panjang harus kutempuh lagi?

Comments (2) »

Inikah

Terkejut teredam terdalam
Terpukau terasa terjatuh
Jauh

Hilangkah sudah rasa
Atau jauhkah duka
Tersandung pada dunia fana
Inikah aku
Di sinikah diriku?

Mengapa lara terlihat indah
Lalu duka terpasung janji
Dan
Ah..

Jauhnya diri ini, ya Rabb..
Kapan akan kembali?

No comment »

Cahaya dicarinya

Melaju adalah niscaya
Setidaknya bagiku, sang peraih cahaya
Menjadi kuat, sudah seharusnya
Tapi hilang makna kadang jadi nyata

Terpenjara dalam gua atau terowong gulita
Menatap sang cahaya, mata pun dibuat buta
Ingin hinggap, yakin ‘kan merana
Duhai inginnya aku hilang saja

Lihatlah di ufuk sana!
Mentari nakal nekat lewat jendela
Menari dan merusak tatanan kota
Tercabik sudah semua rasa
Enggan jadinya aku kesana

Pencari cahaya hilang (lagi) maknanya
Tapi jalan tetap harus ditempuh jua
Kenikmatan yang sirna, biarlah saja

Asal ridha tujuan utama, tetap jadi cahaya

No comment »

Esok untuk Hari Ini

Esok akan ada awan kelabu yang singgah dalam kalbu
Esok pula ku yakin mentari kan hadir menemani diri

Kutakut memang sang hujan kan banjiri jiwa ini
Kuyakin tapi pelangi kan siap hadapi ini

Jika yakin maka yakinlah
Jika tidak maka pergilah

Yakinkah kau akan pergi lalu merana sendiri
?

Comments (1) »

Aku ingin menangis

Aku ingin menangis
Itu saja
Entah karena apa

Entah menyesali siapa

Terlalu kekanak-kanakkan kah bila mengharapkan sesuatu yang lebih

Dari yang biasanya

Salahkah bila berharap

Tentang sebuah kemustahilan

Terlalu naifkah untuk bergumam

Dan mencurahkan sedikit impian

Ya

Memang salah

Ini dunia, Bung!!

Bila memang sudah takdirnya, biarlah diam hilang dan tertelan bumi

Entah

Biar sampai kapan

Biar pergi

Biar kusendiri

Biar nanti saja hiburan itu datang

Tidakkah kau ingin yang lebih

Dari sekadar fatamorgana

Lalu mengapa harus berharap

Lebih pada dunia

Sedangkan akhirat akan lebih indah

Jika kau tunda ia saat ini

Lagi

No comment »

Bukan Nanti

Sebenarnya apa yang harus kulakukan pada dunia

Terlalu sempitkah jika terabaikan hingga tercabik semua asa

HIlang cerah cemerlangnya yang telah terlalu biasa

Tak menjadi suatu senyum atau bisik syukur lagi

Sudah terlalu lama kutinggalkan dunia

Terseok dalam syair bisu mimpi indah

Lalu terjerembab dalam lubang gelap

Karena sang impian itu gulita semata

Mungkinkah kembali

Tapi pada apa juga diri ini hilang makna

Ah!!

Geram yang tak mendapatkan tempatnya

Sepi yang debu pun tak sanggup artikan apa

Marah tapi entah pada apa

Keramaian bukan lagi canda

Penglihatan tak lagi jadi sesal yang benar atau hidup yang ..

Aah!!!

Biar saja jika malu itu seharusnya memang ada

Tapi harus bagaimana sang batu pun diam saja

Biar ruang-ruang kosong ini yang menyaksikan khayal terpendar

Atau bacaan-bacaan indah yang merana

Kapan lagi sang warna akan datang

Cahaya ini telah tulikan mata

Hingga tak bisa lagi mengucap sebuah kata bernama

Bahagia

No comment »

Untuk Saudariku

Hangatnya pagi mulai terasa

Mengangkat hijab kelam malam menuju terangnya cahaya

Kehidupan itu mulai terasa berwarna

Dari hitam putih menjadi warna warni pelangi

Akankah perjalanan ini terhenti atau melambat?

Akankah hilang semua asa karena inilah tujuan?

Bahkan tidak!!

Berat tapi inilah..

Sulit tapi hadapilah..

Wahai hidup ajarkan aku berjuang

Karena sang pujangga baru melangkahkan kaki menuju gelanggang abadi

Wahai jiwa songsonglah

Inilah yang kau tunggu lalu menemuimu

Kemarilah, lalu ajarkan aku bagaimana menggapai surga

Bersama

No comment »

Rakitan Siang

Aku merakit siang dalam diam

Terpekur dalam sulaman tak berjarum

Hidup tak lagi berwarna

Hitam pun menggelanggang

Kalau cerah itu surga, maka ini sudah surga kah?

Jika sejuk itu nikmat bukankah ini juga tempatnya?

Mengapa pun ia sudah tercipta

Hidup tetaplah hampa

Kuraba jantungku, masih berdetak ia

Kusapu wajahku, masih terlipat senyumnya

Karena sang hitam masih menggelanggang

Kehidupan biru-nya sudah lama menjadi masa silam

Satu-satu berdarah jariku

Mataku pun pedih, lalu menetes satu-satu bening air mataku

Tersedak, lalu dahaga sudah menjadi muntah darah kelam

Ugh, inikah hidup sebenar

Begitu dalam lukanya pada sekujur tubuhku

Tapi tangan ini tak berhenti menyulam

Menyulam rakit dengan jarum bambu-bambu kehidupan rakyat

Miris, tetap menangis

Tapi tak berhenti jariku

Kapan aku dapatkan kembali hidupku dulu?

No comment »

Hari Ini

Today is just another day to welcome

Make a good think

Make a mistake, maybe

But hope should always be the one

‘Coz the star will always be there to go to

‘Coz the way will be more difficult to go

So, just run on it!

or the way will not be yours

or the chance will be another’s

So just go!

Fafirruu ilallaah..

No comment »